Faktor mempengaruhi kenaikan berat badan ibu hamil

Meningkatkan ketidaknyamanan Obesitas pada saat kehamilan akan menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil akan meningkatkan keluhan ketidaknyamanan seperti varises, wasir dan lain-lain.

Berat Badan Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi selama hamil. Kebutuhan gizi ibu selama hamil Kebutuhan gizi ibu hamil pada setiap trimester berbeda, hal ini disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin serta kesehatan ibu.

Studi observasional menunjukkan bahwa wanita yang memasuki kehamilan dengan IMT normal dan kenaikan berat badan dalam rentang yang direkomendasikan lebih cenderung memiliki hasil kelahiran yang baik daripada wanita dengan IMT dan kenaikan berat 21 badan di luar rentang yang direkomendasikan Taffel et al, ; Abrams et al,Groth, dalam IOM Abrams dan Laros dalam Cunningham et al mempelajari efek pertambahan berat ibu terhadap berat lahir pada kehamilan dengan persalinan aterm.

Lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan berarti lebih besar pula masukan energi yang diperlukan. Infeksi virus tertentu berhubungan dengan gangguan pertumbuhan janin.

Sedangkan pada ibu hamil yang mengandung anak kembar mengalami kenaikan BB ideal sekitar kg. Status Kesehatan Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatikan. Pada keadaan gizi kurang, simpanan zat-zat gizi ibu tidak cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin serat kesehatan ibu.

Koepp et al dalam penelitiannya di Skandinavia untuk melihat hubungan antara indeks massa tubuh sebelum hamil ibu BMI dan perubahan berat badan ibu selama kehamilan dan berat lahir mendapatkan bahwa berat badan lahir bayi meningkat dengan meningkatnya BMI sebelum hamil ibu dan berat badan ibu selama kehamilan.

Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya di bawah cc. Pertambahan berat badan ibu mempengaruhi berat lahir. Menurut Kosim ada beberapa klasifikasi pada berat badan lahir, yaitu: Ibu hamil yang diduga beresiko, terutama faktor resiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.

Kosim menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi berat badan lahir meliputi faktor plasenta, malnutrisi, infeksi dan genetik.

Perhitungan BMI menggunakan ukuran berat badan dan tinggi badan untuk memperkirakan jumlah total lemak dalam tubuh.

Pemenuhan kebutuhan gizi pada trimester II dan III, selain memperhatikan kualitas juga harus terpenuhi secara kuantitas Kasdu, Dahulu bayi ini dikatakan prematur kemudian disepakati disebut Low Birth Weight Infant atau BBLR karena bayi tersebut tidak selamanya prematur tetapi dapat cukup bulan maupun lebih bulan.

Peningkatan jumlah cairan tubuh Air merupakan komponen utama peningkatan berat badan selama kehamilan. Tabel 2.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gizi Ibu Hamil

Pemeriksaan antenatal dilakukan oleh dokter umum, bidan, perawat bidan dan dukun terlatih Mochtar, Salah satu perubahan psikologi yaitu berkaitan dengan mental dan kejiwaan wanita tersebut. Wanita yang memulai kehamilannya saat masih obesitas atau yang mengalami peningkatan berat badan berlebihan selama kehamilan akan berisiko mengalami gangguan hipetensi, termasuk hipertensi akibat kehamilan.

Gizi kurang dan gizi lebih sebelum kehamilan berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan. Berdasarkan dari perhitungan BMI body mass indexpeningkatan berat badan selama kehamilan tergantung dari berat badan sebelum hamil. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu adalah gizi ibu.

Pemantauan status gizi ibu selama hamil Pemantauan status gizi ibu hamil dapat dilakukan dengan melihat penambahan berat badan selama kehamilan. Ibu sehat akan melahirkan bayi yang sehat. Suhu Lingkungan Suhu tubuh dipertahankan pada 36, derajat Celcius yang digunakan untuk metabolisme optimum.

Aktivitas Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Disfungsi plasenta yang sering terjadi berakibat pada gangguan pertumbuhan janin.

Selain itu kenaikan BB dipengaruhi oleh usia kehamilan, stress, diabetes, tekanan darah dan BB sebelum hamil. Sebagai ukuran sekaligus pengawasan bagi kecukupan gizi ibu hamil bisa di lihat dari kenaikan berat badannya Sitorus, Berat badan kehamilan rendah meningkatkan risiko memiliki bayi BBLR, sedangkan berat badan yang berlebihan selama kehamilan meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada ibu setelah melahirkan dan bayi yang dilahirkan besar.

Walaupun pelayanan antenatal care selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnese, pemeriksaan fisik umum dan kebidananpemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai resiko yang adanamun dalam penerapan operasional dikenakan standar minimal 7 T.

Asupan gizi yang 17 berkurang, akan menghambat pertumbuhan janin dalam kandungan seperti BBLR dan gangguan kehamilan lainya Suririnah, Berat badan lahir memiliki hubungan yang berarti dengan berat plasenta dan juga berhubungan dengan luas permukaan villus plasenta.

Faktor penyebab yang paling sering mempengaruhi kenaikan BB yaitu asupan dan pola makan. Ibu yang mengalami malnutrisi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan janin.Faktor yang mempengaruhi kenaikan berat badan pada kehamilan Menurut Arisman (), ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan berat badan pada kehamilan yaitu: a) Makan terlalu banyak Makan terlalu banyak merupakan faktor kenaikan berat badan pada kehamilan.

Pada trimester pertama biasanya mengalami mual di pagi hari dan tidak bisa menelan makanan. Pada trimester. Status gizi ibu pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung (Pudjiadi, ).

Selain itu gizi ibu hamil menentukan berat bayi yang dilahirkan, maka pemantauan gizi ibu hamil sangatlah penting dilakukan. Kenaikan berat badan dapat dipakai sebagai indeks untuk menentukan status gizi wanita hamil.

Penambahan berat badan yang terjadi selama kehamilan disebabkan oleh peningkatan ukuran berbagai jaringan reproduksi, adanya pertumbuhan janin, dan terbentuknya cadangan lemak dalam tubuh kennelsalasana.com: Anglud Style.

Sedangkan pada ibu hamil yang mengandung anak kembar mengalami kenaikan BB ideal sekitar kg. Faktor penyebab yang paling sering mempengaruhi kenaikan BB yaitu asupan dan pola makan. Selain itu kenaikan BB dipengaruhi oleh usia kehamilan, stress, diabetes, tekanan darah dan BB sebelum kennelsalasana.com: Sehat Fresh.

Ibu yang kurus dan selama kehamilan disertai penambahan berat badan yang rendah atau turun sampai 10 kg, mempunyai resiko paling tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR. Sehingga ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan berkisar ,5 Kg atau 20% dari berat badan sebelum hamil.

Bahayakah Ibu Hamil Mengalami Kenaikan Berat Badan Secara Drastis?

Berat badan lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor menentukan jumlah zat makanan yang harus dicukupi selama hamil.

Suhu Lingkungan Suhu tubuh dipertahankan pada 36, derajat Celcius yang digunakan untuk metabolisme kennelsalasana.com: Lusa Rochmawati.

Faktor mempengaruhi kenaikan berat badan ibu hamil
Rated 4/5 based on 62 review